Search

3 Tips agar branding menjadi trending

Dari Branding Menjadi Trending, Seberapa Sulitkah Prosesnya? Melihat kesuksesan branding dari sudut pandang konsumen

Di era tren pemasaran digital dan persaingan global ini, entrepreneur di seluruh dunia bisa dengan mudah melakukan usaha branding secara online. Kemudahan ini tentu saja menjadi salah satu aset berharga bagi bisnis Anda untuk melakukan brand awareness dan digital marketing, yang pada gilirannya diharapkan untuk menciptakan loyalitas pelanggan.

Namun seperti banyak hal lain dalam hidup, kemudahan bagi seseorang (akses, pengetahuan, dll) juga berarti kemudahan bagi orang lain. Dalam hal ini, perlu dicatat bahwa kompetitor Anda pun mendapat kemudahan akses yang sama pada tahap branding, brand awareness, serta digital marketing.


Lalu apa yang bisa membuat bisnis Anda, maupun usaha branding Anda berbeda dari kompetitor serta mendapat persepsi yang lebih unggul di mata pasar?


Jawabannya tentu saja tidak berhenti pada kepuasan terhadap usaha branding maupun brand awareness Anda. Anda butuh audiens yang lebih dari sekedar mengenal dan mengetahui brand Anda.


Anda butuh mereka untuk mencintai identitas branding Anda, menjadikannya sebagai hal yang berkaitan terhadap satu (atau lebih) aspek spesifik dalam keseharian mereka, dan membuat mereka dengan senang hati mengajak orang-orang terdekat dalam komunitas mereka untuk juga terhubung dengan brand Anda secara intens.

Secara singkat, Anda ingin brand Anda menjadi trending di tengah pelanggan potensial Anda.

Pada artikel Grow and Bless kali ini, kita akan coba membahas 3 hal kunci yang diharapkan mampu untuk menjadikan brand Anda sebagai tren publik secara efektif.


1. Temukan kekuatan kelompok pelanggan potensial Anda


Pada usaha untuk menggaet perhatian publik, entah itu dalam tahap branding, brand awareness sampai tahap pemasaran, ada 2 hal yang tidak boleh Anda lewatkan atau–lebih buruk lagi–abaikan:

  • Manusia adalah makhluk sosial. Manusia bersosialisasi dengan kelompoknya masing-masing. Bertahan hidup dengan mempertahankan keberlangsungan kelompoknya.

  • Manusia bereaksi dengan orang lain di dekatnya. Evolusi sosial kita sebagai manusia membentuk pemikiran bawah sadar untuk bereaksi terhadap siapa atau apa yang mendekat. Jika ada tanda bahaya, kita bersiap untuk fight or flight (bertarung atau lari). Sebaliknya, kita akan membangun hubungan personal ketika kita mendeteksi orang yang mendekat adalah ia yang kita percaya.

Lalu apa hubungannya kedua hal tersebut di atas dengan usaha branding maupun brand awareness Anda? Tentu sangat berhubungan, karena hal tersebut merupakan pijakan Anda untuk mengenal calon pelanggan potensial bagi bisnis Anda.



Secara garis besar, tidak ada bentuk bisnis yang bisa fit for all. Setiap bentuk bisnis pasti mempunyai potensial pelanggan pada kelompok tertentu.

Mengenal kelompok mana yang ingin Anda rangkul (calon kelompok target market bisnis Anda) membantu Anda menemukan cara yang tepat untuk memancing ketertarikan dan kedekatan mereka terhadap brand Anda.


2. Psikologi kedekatan sosial secara fisik


Setelah Anda mengenal kelompok target market bisnis Anda, hal kedua adalah mengetahui cara pendekatan dan kedekatan sosial mereka satu sama lain baik dalam kelompok maupun antar kelompok. Hal ini menyangkut jarak fisik satu sama lain.

Berbicara mengenai jarak fisik sebagai faktor penentu kedekatan sosial manusia, ada teori menarik dari Edward T. Hall, seorang antropologis budaya dalam bukunya yang berjudul The Hidden Dimension (1966). Pada buku tersebut, Edward T. Hall menyederhanakan pembagian hubungan sosial manusia menjadi 4 bagian jarak, yaitu:

  1. Jarak publik Ini adalah ruang terjauh dalam hubungan sosial, di mana jarak satu orang dengan yang lainnya lebih dari 12 kaki (3,6 meter). Jarak sejauh ini membuat ruang publik memiliki suasana interaksi yang paling minim antar anggota kelompok.

  2. Jarak sosial Lebih dekat dari jarak publik, interaksi antar anggota kelompok terbangun antara 4 - 12 kaki (1,2 - 3,6 meter).

  3. Jarak personal Hubungan antar anggota kelompok dalam ruang jarak ini biasanya terbangun antara sesama teman, sahabat, atau keluarga. Edward mengidentifikasi jarak sosial ini sejauh 1,5 - 4 kaki (46 cm - 3,6 m)

  4. Jarak intim Pada ruang ini, hubungan sosial terjadi paling erat seperti menyentuh, memeluk, atau berbisik. Hubungan sosial yang sangat intim ini terjadi ketika 2 anggota kelompok atau lebih berada pada jarak kurang dari 1,5 kaki (46 cm).

Lantas apa hubungan teori Edward Hall di atas dengan usaha membuat branding bisnis Anda menjadi trending?

Secara sederhana, tujuan Anda adalah membuat jarak antar individu dalam dan antar kelompok menjadi sedekat mungkin.



Karena semakin erat hubungan sosial manusia, semakin kuat keterlibatan masing-masing mereka dalam topik yang mereka diskusikan, karena semakin intim, semakin tinggi kepercayaan satu sama lain.


Dalam hal ini, Anda ingin brand Anda-lah yang mereka diskusikan secara positif dan intens, yang pada gilirannya membuat mereka tidak segan untuk meneruskan topik pembicaraan mengenai brand Anda pada orang-orang terdekat mereka.

Oke, kita semua paham bahwa pada masa pandemi seperti saat ini, agak susah rasanya untuk mendekatkan satu individu dengan yang lain secara fisik. Namun hal ini bisa menjadi panduan Anda untuk strategi ke depan.

Bagaimana caranya? Coba mulai dengan menjawab 3 pertanyaan singkat ini:

  • Seberapa besar tantangan Anda untuk mengadakan pertemuan, perkumpulan, atau konferensi antara brand Anda dengan konsumen secara berkala?

  • Apa langkah yang bisa Anda ambil untuk mempertemukan sesama pelanggan secara interaktif? Dan bagaimana peran serta karyawan Anda dalam usaha pencapaian ini?

  • Bisakah Anda mengatur jadwal tur konsumen ke dapur, pabrik, atau area kerja lainnya secara rutin dan berkala?


3. Hadirkan kedekatan fisik secara digital


Pernahkah Anda merasa memiliki emosi dan/atau reaksi fisik yang sama dengan orang lain yang Anda lihat? Misalnya air liur Anda tiba-tiba mengalir deras ketika melihat orang ekspresi orang yang bersemangat melahap makanan pedas atau ekspresi kesegaran mereka meneguk minuman dingin. Atau mungkin Anda merasa ingin menangis ketika melihat aktor/aktris di TV yang memerankan adegan sedih.

Hal itu wajar karena kita memiliki sekelompok syaraf di otak yang bernama mirror neuron. Syaraf ini menunjukkan pola aktifitas yang sama ketika kita melakukan sesuatu dan melihat orang lain melakukan sesuatu.

Memahami hal ini membawa kita kepada konsep menghadirkan kedekatan fisik secara digital. Dekatkan publik dengan brand Anda secara daring dengan menampilkan sisi visual yang humanis dari organisasi Anda.



Cara terampuh untuk menghadirkan kedekatan 'fisik' target market dengan brand Anda adalah dengan memperbanyak konten digital marketing visual pada website bisnis Anda. Gunakan konten foto/video yang berisikan orang-orang yang benar-benar ada di lingkup perusahaan Anda.


Bisa jadi staf Anda, pelanggan, supplier, ataupun rekanan bisnis. Fokus pada ekspresi mereka yang menggambarkan keramahan dan kebahagiaan. Dengan begitu, pengguna internet yang mengonsumsi konten di website Anda dapat merasakan kedekatan emosi yang sama terhadap brand Anda.

Cara ini bisa Anda terapkan sebagai bentuk komunikasi kedekatan fisik yang berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak orang. Satu kali produksi foto/video bisa Anda unggah di website bisnis Anda sebagai bahan konsumsi publik selama yang Anda inginkan.


Kesimpulan ide


Tidak ada bentuk bisnis yang bisa fit for all. Usaha branding Anda akan berpotensi menjadi trending ketika Anda fokus kepada kelompok target Anda, dan menghadirkan kedekatan brand Anda secara sosial kepada mereka. Salah satu cara terampuh, tahan lama dan berkelanjutan adalah dengan menghadirkan kedekatan tersebut secara digital melalui konten visual pada website bisnis Anda.

Jika Anda ingin penataan, perawatan, dan optimasi website bisnis Anda secara profesional, tim Grow and Bless selalu siap untuk membantu Anda. Segera konsultasikan kebutuhan digital marketing Anda dengan kami, agar kita dapat bersama-sama tumbuh, berkembang, dan bersyukur.


Ingin cek bagaimana kondisi website anda? Silahkan klik dibawah ini fitur gratis dari tim semrush.



Address

Citra Garden 2 Extension Blok BJ 3 No.8

Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, DKI Jakarta

Phone

+62 811 826825

Email

hello@growandbless.com

  • whatsapp
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Instagram

© 2020 Grow & Bless