Search

Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini Dalam Membangun Branding Anda

Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini Dalam Membangun Branding Anda, Ciptakan identitas bisnis yang menarik kepercayaan dan loyalitas

Ketika Anda mulai merintis sebuah bisnis, branding adalah hal yang paling utama dan krusial sebelum menetapkan aspek-aspek lain.


Apa itu branding? Menurut Hislop, branding adalah proses penciptaan hubungan atau koneksi antara produk perusahaan dengan persepsi emosional pelanggan yang bertujuan untuk membuat jarak pemisah di tengah persaingan serta membangun loyalitas di antara pelanggan.

Oleh sebab itu, keberlangsungan bisnis Anda di kancah persaingan–lokal maupun global–sangat bergantung pada kesuksesan Anda dalam menciptakan branding yang tepat, yang dapat diterima dan dicintai publik.


Statistik terbaru menunjukkan bahwa presensi konsisten dari sebuah brand terbukti meningkatkan pendapatan perusahaan sebesar 33%.


Apakah branding hanya dibutuhkan pada saat memulai bisnis saja? Tentu tidak. Bisnis yang sudah berjalan pun dapat sewaktu-waktu memutuskan untuk memodifikasi brand mereka sesuai kebutuhan. Hal ini kita kenal dengan istilah rebranding.

Membangun branding adalah membangun reputasi. Bukan hal sepele yang bisa dilakukan sekejap mata. Evaluasi berkala pun harus selalu dilakukan untuk menilai relevansi branding Anda.


baca juga : 3 tips agar branding menjadi trending

Mengingat tujuan branding yang berperan sangat besar bagi keberlangsungan bisnis Anda, artikel Grow and Bless kali ini akan mengupas 5 kesalahan fatal yang harus Anda hindari pada saat merumuskan branding atau rebranding.


1. Nama yang terlalu kompleks


Harus diakui, proses pemilihan nama bisnis untuk branding yang 'menggigit' tidaklah mudah. Sebagai entrepreneur dan marketer, Anda harus bekerja ekstra untuk merangkum identitas organisasi Anda secara tepat. Proses ini membutuhkan kreativitas dan pola pikir think outside the box.

Di sini Anda perlu berhati-hati untuk tidak terjebak dalam penamaan brand yang over-creative dan terlalu kompleks. Sebuah riset independen yang dilakukan Prezi menunjukkan 80% konsumen lupa akan konten bermerek dalam waktu 3 hari.

Anda tentu tidak ingin brand Anda dilupakan begitu saja, karena laporan lain dari Society of Personal and Social Psychology, Inc. memaparkan penemuan bahwa nama yang mudah diucapkan berdampak 33% lebih positif terhadap keseluruhan performa organisasi dibanding nama yang susah untuk dieja/diucapkan.


2. Asosiasi nama produk yang menyesatkan


Tujuan dari branding adalah untuk membangun reputasi organisasi Anda dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, pastikan pemilihan nama, desain, dan tagline merupakan refleksi dari nilai inti (core value) dari merek organisasi Anda dan suara (voice) dari merek dagang Anda.


Inisiatif untuk selalu relevan dengan isu terkini memang seringkali dibutuhkan, namun jangan sampai hal ini justru memberi kesan negatif pada identitas bisnis Anda.

Salah satu contoh asosiasi menyesatkan–yang mungkin paling menggelikan–adalah ketika Disney meluncurkan film Hannah Montana pada tahun 2019. Seperti biasa, Disney meluncurkan berbagai merchandise menarik yang terkait dengan peluncuran film tersebut. Namun salah satu produk yang mereka luncurkan adalah buah cherry dalam kemasan plastik dengan nama “Hannah Montana Red Cherries”.

Peluncuran merchandise ini sempat menurunkan pamor Disney karena publik merasa tidak yakin dengan konsistensi brand mereka yang selama ini dipersepsikan sebagai produsen hiburan, alih-alih makanan yang, sama sekali tidak ada kaitannya dengan film yang mereka luncurkan.




3. Terjebak pada desain musiman


Masih sedikit berhubungan dengan asosiasi branding dengan identitas organisasi, hal ini terkait dengan pemilihan desain yang terlalu mengikuti tren kekinian.

Memang tidak ada salahnya untuk memilih desain yang segar, kontemporer, dan modern untuk meraih simpati publik. Namun perlu diperhatikan bahwa branding–dan identitas bisnis Anda–tidak dibangun untuk populer dalam waktu beberapa minggu atau beberapa bulan saja.

Jika Anda terlalu berfokus untuk mendompleng kepopuleran desain, nama, ataupun tagline yang sedang tren saat ini, brand Anda berisiko terlihat kuno dan tidak relevan dalam waktu singkat.


4. Copywriting yang membingungkan


Masih ingat dengan definisi branding yang sempat kita singgung di awal artikel ini? Branding yang unik harus bisa membuat identitas Anda berbeda dengan pesaing dan membuat identitas Anda dicintai pelanggan.

Namun sayangnya, tidak jarang entitas bisnis yang terlalu berfokus pada keunikan nama dan tagline yang berpotensi membingungkan publik. Brand copywriting yang terlalu padat dengan jargon dan berlebihan tidak akan membangun loyalitas pelanggan.


Alih-alih memperoleh loyalitas, branding Anda justru akan memberi gambaran yang tidak akurat, kabur, dan seringkali, menyembunyikan keunggulan otentik dari bisnis Anda yang seharusnya diketahui publik.

Salah satu cara ampuh untuk menyelamatkan Anda dari kesalahan copywriting ini adalah dengan mengutamakan manfaat pada saat melakukan branding brainstorming. Simpan semangat untuk menggelontorkan detail fitur. Orang tidak akan tertarik pada fitur produk/jasa apa pun jika mereka belum mengetahui manfaatnya.

Ketika calon pelanggan/klien Anda merasa bahwa manfaat produk/jasa yang Anda tawarkan dapat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi, barulah mereka akan menilik detail fitur Anda lebih lanjut. Membalik proses psikologi ini (mendahulukan detail fitur sebelum manfaat) tidak akan membuahkan hasil yang memuaskan.




5. Gaya penamaan & desain tidak sejalan dengan filosofi bisnis


Dalam proses branding brainstorming, salah satu jebakan pemikiran adalah tidak mempertimbangkan gaya bahasa dan ekspresi yang tepat, yang selaras dengan cakupan industri dan identitas bisnis yang diusung.

Anda tentu tidak ingin mengekspresikan gaya bahasa dan desain yang 'lucu' jika organisasi Anda bergerak di bidang jasa keuangan, misalnya. Atau ekspresi branding yang terlalu serius dan cenderung datar jika bisnis Anda bergelut pada produksi mainan anak-anak.

Sebagai salah satu solusi, Anda mungkin bisa merujuk pada 5 nada dan gaya ekspresi efektif ini: modern, klasik, ceria, pragmatis, dan emosional.

Ekspresi yang kreatif menciptakan citra unik pada bisnis Anda, dan Anda pun bisa bermain pada pilihan gaya selama hal itu bisa menggiring persepsi publik dalam melihat identitas bisnis Anda secara tepat.


Kesimpulan ide


Walaupun branding sangat erat kaitannya dengan usaha pemasaran (marketing) Anda, perlu diingat bahwa branding memiliki potensi dampak yang lebih luas dibanding sekedar menjual produk/jasa. Branding bisnis Anda = reputasi Anda.

Kreativitas dan relevansi adalah dua hal kunci yang perlu Anda pertimbangkan dalam menciptakan branding yang menarik loyalitas pelanggan. Jika Anda butuh pendampingan lebih lanjut untuk memperkenalkan dan meningkatkan eksposur branding bisnis Anda, Grow and Bless hadir untuk Anda.


Hubungi kami segera untuk tumbuh, berkembang, dan bersyukur bersama kami.


baca juga : 5 alasan bisnis anda memerlukan website profesional



Address

Citra Garden 2 Extension Blok BJ 3 No.8

Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, DKI Jakarta

Phone

+62 811 826825

Email

hello@growandbless.com

  • whatsapp
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Instagram

© 2020 Grow & Bless